Beranda » Uncategorized » pembelajaran dengan media nyata

pembelajaran dengan media nyata

Pembelajaran dengan media nyata / contextual teaching and learning (CTL)

Pendekatan pembelajaran konstektual ini berkembang dari faham konstruktivisme. Anak  belajar dengan  dunia nyata dimana ilmu pengetahuan yang dipeljari bakal digunakan.

Teori belajar bermakna dari ausubel menyarankan agar siswa belajar dari persoalan kesehariannya agar bermanfaat bagi kehidupannya.

Dewey menyatakan bahwa pendidikan bukan mempersiapkan anak untuk masa depan, tetapi pendidikan adalah ehidupan itu sendiri. Ide-ide tersebut dipakai dalam kontekstual learning, dimana siswa diajak belajar dari persoalan yang nyata dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata anak dan mendorong anak membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

CTL merupakan suatu paham belajar mengajar yang memandag pentingnya antara materi pelajaran dengan dunia nyata.

Pendekatan pembelajaran kontekstual menggunakan multikonteks, artinya menggunkan berbagai seting baik tempat, persoalan, maupun kecakapan dalam konteks yang beragam. Pembelajaran anak usia dini berdasarkan konteks kehidupan nyata. Pembelajaran kontekstual menekankan adanya hubungan antara apa yang dipelajari diseolah dengan kehidupan nyata di masyarakat, termasuk dibidang-bidang pekerjaan.  Dengan hubungan tersebut diharapkan apa yang dipelajari anak dapat diaplikasian secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di rumah , di masyarakat atau dilinkungan lainnya.

Pembelajaran kontekstual sejalan menekankan pentingnya pengembangan kecakapan hidup (life skiils) yaitu membelajarkan siswa agar dapat hidup secara mandiri. Kecakapan hidup meliputi dua hal pokok yaitu  general life skills dan specific life skills.

General life skills kemampuan umum yang harus dikembangkan dalam diri setiap anak, mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Kemampuan umum tersebut meliputi kemampuan berfikir, kemampuan berperilaku dan berkomunikasi dengan baik. Sedangkan specific life skills terdiri atas dua kemampuan yaitu academic skills dan vocational skills yang lebih cocok untuk anak usia dewasa. Academic skills ialah kemampuan keilmuan dan vocational skills yaitu kemampuan melakuka seuatu pekerjaan.

Latar belakang adanya keinginan untuk menerapkan pendekatan ontekstual adalah adana kecendrungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak belajar lebih baik jika lngkungan diciptakan secara alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan engetahuinya. Melalui penerapan pembelajaran kontekstual anak diharapkan belajar melalui proses mengalami bukan hanya menghafal.

Pendekatan kontekstual membiasakan diri pada kecendrungan pemikran tentang belajar sebagai berikut :

  1. Belajar tidak hanya menghafal, tetapi anak harus mengkonstruksikan atau membangun pengetahuan di benak mereka sendiri.
  2. Anak belajar dari proses mengalami sendiri. Mereka mencatat pola-pola bermakna dari pengetahuan baru yang mereka peroleh dari proses pengalaman belajar, dan bukan diberi pengetahuan dari guru saja.
  3. Para ahli pendidikan sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang itu terorgaisisr dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang suatu persoalan.
  4. Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.
  5. Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru
  6. Anak perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide atau gagasan.
  7. Proses belajar dapat merubah struktur otak manusia. Perubahan struktur otak itu berjalan terus seiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan seseorang.

Langkah-langkah pembelajaran yang menerapkan pendekatan kontekstual bagi anak TK, yaitu :

  1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan caabekerja sendir, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
  2. Laksanakan seoptimal mungkin kegiatan inkuiri untuk semua tema yang sedang ada jelaskan pada anak.
  3. Kembangkan sifa rasa ingin tahu anak dengan memancing mereka untuk bertanya
  4. Ciptakan masyarakat belajar dengan mendisain anak-anak dalam kelompok-kelompk kegiatan belajar.
  5. Hadirkan odel sebagai contoh pembelajaran.
  6. Lakukan refleksi di akhir kegiatan pembelajaran.
  7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbgai cra yang anak pilih.

Karakteristk pembelajaran kntekstual :

  1. Mampu menciptakan kerjasama antar anak dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
  2. Memunculkan adanya sifat saling menunjang antara keberadaan anak dengan anak lain dan antara satu bentuk kegiatan dengan kegiatan lainnya.
  3. Pendekatan ini lebih mampu memberikan hal yang menyenangkan dan tidak membosankan.
  4. Mampu memotivasi belajar anak agar lebih bergairah.
  5. Proses pendidikan akan lebih terpadu (terintegrasi dengan baik)
  6. Dapat menggunakan berbagai sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan.
  7. Merangsang anak untuk aktif mengikuti kegiatan belajar.
  8. Terjadinya sharing diantara anak.
  9. Akan tercipta adanya anak yang kritis dan guru semakin kreatif.
  10. Lingkungan belajar kelas dapat dijadikan sebagai tempat display / memajang karya-karya anak.
  11. Laporan yang akan dikirim kepada para orang tua bukan hanya berupa nilai angka pada buku raport, tetapi juha hasil karya anak, laporan hasil praktikum dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: